Sunday, 21 October 2018

Korem Bhaskara Jaya Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke-110

post-top-smn

Upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-110 tahun yang berlangsung di Makorem 084/Bhaskara Jaya.

Surabaya, SMN – Pada tanggal 20 Mei kemarin, merupakan peringatan berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Bahkan, dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-110 tahun ini, seluruh elemen masyarakat menggelar upacara secara serentak.

Seperti yang berlangsung di Makorem 084/Bhaskara Jaya saat ini, Senin, 21 Mei 2018 pagi. Seluruh prajurit dan PNS, tampak memenuhi lapangan upacara Makorem.

Melalui amanat yang dibacakannya, Letkol Ckm dr. Andri Pasmawi mengungkapkan perjuangan para pahlawan kala itu sangat berat dalam mempertahankan NKRI. Menurutnya, meskipun para pejuang tidak memiliki apa-apa. Namun, dengan inisiatif  yang kuat, para pahlawan dapat meraih kemerdekaan.

“Saat ini, kita hanya memiliki semangat dalam jiwa dan kesiapan mempertaruhkan nyawa. Namun, sejarah kemudian membuktikan bahwa semangat dan komitmen itu saja telah cukup, asalkan kita bersatu dalam cita-cita yang sama yaitu kemerdekaan Indonesia,” ujar Dandenkesyah 05.04.04, Surabaya ini.

Selain itu, kata dr. Andri Pasmawi, kekayaan alam yang merupakan sumber daya di Indonesia saat ini, dinilai sangat terbatas. Dirinya mengungkapkan, butuh segudang prasyarat untuk bisa di eksploitasi dan selalu ada limit untuk menggenjot manfaat sumber daya tersebut.

“Sedangkan, sumber daya manusia kita, menyediakan kapasitas dan kapabilitas yang sangat luas untuk dikembangkan secara bersama-sama dan kompak,” jelasnya. “Tanpa terdistraksi oleh godaan-godaan yang kontraproduktif,” tambahnya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, upacara Hari Kebangkitan Nasional yang bertemakan Pembangunan sumber daya manusia, memperkuat pondasi kebangkitan Nasional Indonesia dalam era Digital saat ini, dirinya menghimbau seluruh peserta upacara, untuk memaknai, sekaligus mengembangkan diri dalam meningkatkan kapasitas diri oleh berbagai pihak.

“Pengembangan kapasitas sumber daya manusia, juga harus diletakkan dalam konteks pemerataan dalam pengertian, kewilayahan agar bangsa ini bangkit secara bersama-sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia,” pintanya.

post-top-smn

Baca berita terkait