Wednesday, 17 October 2018

10 Makam di Mojokerto Ini Bikin Takut Anak-anak

post-top-smn
Lahan pemakaman di Dusun Belor, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto

Lahan pemakaman di Dusun Belor, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto

Mojokerto, SMN – Tak hanya di Jakarta, makam palsu juga terdapat di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Tak urung keberadaan 10 makam itu membuat takut anak-anak di sekitarnya.

Makam palsu itu berada di Dusun Belor, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Kompleks makam tersebut terletak sekitar 200 meter pada sisi barat panti asuhan Villa Doa Yatim Sejahtera.

Pengasuh Villa Doa Yatim Sejahtera, Mukhidin mengatakan, terungkapnya 10 makam palsu itu berawal dari anak-anak asuhnya yang merasa ketakutan dengan adanya makam di dekat tempat tinggal mereka. Terlebih lagi pada 9 November 2016, anak-anak yatim di Villa Durian itu menyaksikan adanya mobil ambulance yang menurunkan jenazah di makam tersebut.

“Kami kan mengasuh adik-adik dengan berbagai masalah sosial, mereka di sini hidup di tengah hutan dengan tetangga terdekat 300 meter. Sekarang ada teror ketakutan, mereka yang semula tenang dan nyaman, sekarang kalau ada mobil dikira ada mayat,” kata Mukhidin kepada wartawan, Senin (19/12/2016).

Pasca insiden itu, lanjut Mukhidin, dirinya memutuskan mengecek keberadaan makam tersebut. Ternyata di kompleks pemakaman yang dikelilingi pagar bata merah itu terdapat 11 makam. Tentu saja pemandangan itu membuat dia bingung. Pasalnya, selama ini baru sekali ada jenazah yang dimakamkan di tanah milik Haji Sofyan, warga Surabaya itu.

Namun, setelah dia cek bersama warga, ternyata dari 11 makam yang ada, hanya satu yang asli. Sementara 10 makam lainnya hanya batu nisan dan liang lahat yang tidak ada jenazahnya. Terdapat nama-nama orang pada 10 batu nisan tersebut.

“Kami berharap kepada semua pihak terkait agar mempertimbangkan psikologi anak-anak di sini. Mohon agar makam itu direlokasi,” ujarnya.

Siang tadi detikcom berkesempatan melihat langsung makam palsu bersama Camat Pacet dan Kades Kembangbelor. Ternyata apa yang dikatakan Mukhidin benar adanya.

Di lahan seluas 400 meter persegi milik Haji Sofyan itu, terdapat 8 liang lahat dengan pondasi bata merah. Di sisi lainnya terdapat lubang sekitar 4×2 meter sedalam 1,5 meter. Hanya saja, 10 pasang batu nisan yang sebelumnya tertancap, kini dicabuti dan dikumpulkan pada sudut kompleks makam. Pada batu nisan itu tertulis nama-nama orang yang bukan warga setempat.

“Ada 11 makam, hanya satu yang asli,” kata Camat Pacet, Norman Handhito di lokasi.

Norman menjelaskan, makam tersebut berada di tanah milik Haji Sofyan, seorang pensiunan karyawan PT PAL yang kini tinggal di Surabaya. Menurut dia, tanah 400 meter persegi itu sengaja diwakafkan sebagai kompleks pemakaman oleh pemiliknya.

“Namun, pemakaman ini khusus bagi para calon pemilik tanah kavling yang dijual Haji Sofyan. Bukan pemakaman umum atau komersial, semacam beli tanah kavling gratis tanah makam,” terangnya.

Disinggung terkait 10 nama orang pada batu nisan, Norman menegaskan bahwa mereka semua masih hidup. Menurut dia, nama-nama itu adalah teman Haji Sofyan yang tergabung dalam jamaah pengajian yang sama di Surabaya. Selain itu, mereka juga membeli tanah kavling dari Haji Sofyan yang letaknya di sisi timur kompleks makam tersebut.

“Tujuan dipasang batu nisan beserta nama di makam itu bersifat religius. Ingin mengingatkan nama-nama di batu nisan itu bahwa ini akan menjadi makam mereka,” cetusnya.

Adanya keluhan dari anak-anak di panti asuhan, Norman mengaku belum bisa berbuat banyak. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Bagian Hukum Setdakab Mojokerto untuk mengkaji keberadaan makam tersebut.

“Makam harus disediakan saat ada pemukiman baru. Terkait izin akan kami komunikasikan dengan Bagian Hukum karena ini tergolong tempat pemakaman bukan umum (TPBU),” tandasnya.

post-top-smn

Baca berita terkait